Arti Kegadisan Saat Ini









Apa yang kita rasakan disaat akhir-akhir ini survey membuktikan…..?


Yang katanya 51% remaja jabotabek sudah berhubungan sex  pra nikah….???


Juga dikota-kota lain……….:(


Apakah kita merasa terkejut….?


Apa kita merasa tergoncang….?


Apa biasa-biasa saja seolah biarkan berjalan….?


Na’udzubillah…..


Bukankah kita semua tau…bahkan semua berdebat…ini jina mata,jina telinga,dan lain lain….


Tapi didepan mata kita anak-anak kita saudara-saudara kita malah masa remajanya sudah ada dititik yang paling kritis dan menghawatirkan…..hingga lebih separo remaja kita yang nyata-nyata pewaris masa depan sudah tidak menghiraukan norma-norma agamanya….astagfirullah…..


Apa yang akan terjadi kelak 10 s/d 20 tahun yang akan datang mereka adalah ibu-ibu masa yang akan datang…..


Apakah seperti ini generasi muda kita yang mayoritas beragama islam…?


Sekalipun hamba yang awam dan tidak suci….tapi untuk hal ini….hamba  masih merasa  terguncang……


Lebih sedih lagi hingg ada artikel  yang mengatakan hubungan sex pra nikah tak ada hubungannya dengan moral……subhanallah……


Apa yang harus kita lakukan sekarang…..? entahlah….


Semoga hati seorang muslim merasa TERGUNCANG dengan hal ini sebab hamba yang bodoh pun berharap jangan sampai harus ALAM yang mengguncang dan bergetar…..agar kita baru merasakan GUNCANGAN……


Segala puji bagi Allah…Tuhan semesta Alam…..


“”semoga yang sebenarnya lebih baik dari survey””


…………………………


Ov syihab


--------------------




"" BERAPA ...??? MENGAPA...???

Berapa usia kita sekarang....??? ayo sebut...??


jawabnya tentu :


owh...aku 15 tahun...


aku 20 tahun....


owh...aku diatas 30 tahun....


 


ok...makasih semoga usianya barokah.....


 


Sudah bisa apa saja dan berbuat apa saja.....??


jawabnya tentu :


owh aku sudah bisa nyari uang sendiri....


aku bisa 7 bahasa loh...keren kan....


owh...apalagi aku...serba bisa dan serba tau...tapi bukan serba salah....


 


ok...hebat semua...juga aku yang nulis....hehe


 


Sudah berapa raka’atkah kita shalat....??


Jawabnya tentu :


-owh...aku sudah sejak usia 7 tahun....


-aku juga sejak kecil.....


-aku juga sama...anggap saja 17x350x25 = 148.750 kali (usia 25 tahun)


-wah...aku gak bisa ngitung saking banyaknya.....


 


ok ok ... benar-benar hebat semua....hingga ratusan ribu...:)


 


Sudah berapa kali melakukan dengan khusu,dengan faham makna dan arttinya....???


jawabnya variasi :


-owh...gak tau coz khusu kan sulit...contoh khusu tuh kayak sahabat nabi sedang shalat di cabut anak panah ditubuhnya hingga tak terasa dicabut.....seperti itu aku belum bisa......:(


-aku juga hapal bacaannya tapi terjemahannya enggak tau hanya dikit-dikit....:(


-aku sih lumayan hapal dikit-dikit deh...


-owh kalo aku malah lebih hapal novel dll walau baca engga ribuan kali hingga titik dan komanya tau.....:(


 


ok..ok...yang nulis juga sama....seperti kebanyakan orang....ahirnya penulis mikir dan nulis...gini tulisannya...:


 


Shalat dilakukan setiap hari dengan waktu yang sama,bacaan yang sama,kiblat yang sama,dll dengan melakukannyapun hingga ribuan kali....!!!!


logikanya kita tuh seharusnya sudah sangat faham betul,memaknai betul dan mengerti banget....


sebaiknya  jika kita baca bacaan shalat memang seharusnya mengerti apa yang kita baca....


sebab logikanya jika kita baca koran saja tidak faham apa yg kita baca.....bukankah kita tidak sadar dengan bacaan itu...???


 


Yang nulis juga binun....


 


jangan-jangan selama ini shalat kita dalam keadaan tidak sadar....coz terjemahannya saja tidak tau.....:(


 


Yang nulis tambah puyeng...


 


coz yg nulis tau kata temennya : kalo orang tidak sadar kata dalil gak boleh shalat sebab contoh tidak sadar adalah mabuk......


masa kita selama ini mabuk......


 


yang nulis makin oleng....


 


karena makin oleng saja...yang nulis takut gubrak...akhirnya yang nulis rada dikit sadar....


karena rada sadar maka mualilah bellajar lagi shalat dengan meningkatkan kualitasnya....


sebab tak ada kata terlambat untuk belajar....


semoga sahabatku semua makin baik kualitas shalatnya.....


apapun amalannya,kapanpun matinya,dimanapun dikuburnya......tetap saja sama pertanyaannya kelak....


""Shalat""


 


----------------------


ov syihab


......................

M e n a n g k a l K e c e w a









M e n a n g k a l   K e c e w a


 


Kenal,kagum,kaget,kecewa,kabur itulah siklus yang umum sudah kita ketahui,baik dalam bersahabat,bercinta bahkan dalam menjalani setiap urusan kehidupan sehari-hari yang melibatkannya.


Pada saat memasuki fase kagetlah kita seolah terjebak dengan kekurang puasan yang menampar keteguhan dan mengundang solusi kontra yang pada saat-saat kagum tak pernah terfikirkan.


Jauh sebelum istilah 5k ada sesungguhnya kita sudah mendapatkan proteksi dari kekecewaan yang akan terjadi,namun itulah kita sebagai manusia yang tak luput dari peran pengguna kecerdasan yang khilaf,yang seakan-akan kurang menyadari seolah berbulan madu dengan kagum dan bermesraan dengan rasa bangga.


Setiap kita baru mengenal sesuatu yang akan mengecewakan biasanya kita memang mengagumi,mencintai,mengharap,dll yang berlebihan, sebab tak akan ada kecewa jika dari awal tak seperti itu.


Menangkal kecewa sesungguhnya hanya menghilangkan sesuatu yang berlebihan,maka hilangkanlah segala sesuatu yang berlebihan dan jangan pula benci dengan rasa kagum sebab rasa kagum anugrah yang menjadi akar-akar cinta.


Berbeda dengan kagum bawaan atau kebiasaan yang menjadi hobi,tentu kagum yang tak akan menjadikan seseorang kecewa meski penyebabnya sama yaitu berlebihan.


Misalnya seseorang makan nasi berlebihan hingga mabuk…jarang sekali orang kecewa hingga putus asa tak mau lagi makan nasi pastilah biasanya jika lapar akan kembali makan nasi meskipun pernah kecewa.


Bagaimana misalnya jika mengagumi seseorang agar tak membuat kecewa dan putus asa bahkan menimbulkan kebencian yang dalam….?? Maka jawabnya carilah sumur yang bening dan tidak terlalu dalam,selain sehat mudah menimbanya.mungkin kita semua tau kan maksudnya….


Proteksi kita dari kecewa sesungguhnya sudah kita ketahui juga dalam hadits :


Cintailah kekasih anda sedang-sedang saja,mungkin saja ia akan menjadi musuh anda di kemudian hari.dan bencilah orang yang anda benci sedang-sedang saja,mungkin kelak akan menjadi kekasih anda kapan saja. ( Attirmidzi)


……………………..


Ov Syihab


-----------------


 


Tanpa Judul









 


Cita Cita Iblis


 


 


Aku bagian dari kamu,dari kami,dari mereka,dari semua yang ada,tak sedikitpun terkecuali sebab itu tentu sangatlah tentu dan pasti.


Kita satu sang pencipta,satu nenek moyang ,satu bahasa satu cinta dengan bahasa yang sama dan tak terbedakan lagi dengan apapun itu dan sudah menjadi seharusnya demikian.


 


Dalam perjalanan waktulah yang menjadikan perubahan begitu dahsyat dan waktu pula yang menjadikan permulaaan terjadinya perubahan hingga tak terasa begitu kita memang berada dan benar benar berada di dalamnya.


 


Apakah masih ingat permintaan sang terkutuk syaitan agar di panjanagkan umurnya,dengan harapan  membawa sebanyak-banyaknya anak manusia agar dapat tinggal bersamanya dalam kepahitan yang kekal dengan bumbu pemanis yang fana dan tentu sangat sementara.


 


 


 iblis menjawab: "Beri tangguhlah saya sampai waktu mereka dibangkitkan".


 Allah berfirman: "Sesungguhnya kamu Termasuk mereka yang diberi tangguh."


 iblis menjawab: "Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus,


 kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat).


 


 Maksudnya: janganlah saya dan anak cucu saya dimatikan sampai hari kiamat sehingga saya berkesempatan menggoda Adam dan anak cucunya.


 


 


 


 


………………


Ov Syihab


------------------


Sisa Sisa Cinta









Sisa Sisa Cinta


Cinta memang akan terkikis dari perasaan yang sesungguhnya dan mungkin dari yang paling popular sekalipun yang kerap di juluki cinta adalah anugrah…


Tak kita sadari terkadang kita berada dalam reruntuhan cinta itu sendiri,dan hanya diantara  puing-puing berserakan yang sulit untuk di tata hingga sediakala,dan teramat sulit untuk itu,sekalipun segalanaya sangatlah mudah.


Sangatlah indah memang jika kita semua sepakat mengembalikan cinta sebagai anugrah dengan utuh dan seutuh-utuhnya,sebab jika anugrah itu masih utuh dan berada mengawal tingkah laku umat manusia niscaya kehancuran akan menjauh.


Bukankah banyak tampak diantara kita kebencian….yang terkadang tidak kita sadari baik dalam hal kecil hingga hal yang sangat kritis ,saling benci sesama umat meskipun se aqidah,sedarah,seperjuangan,dan masih banyak lagi hingga alampun tak lagi kita cintai…tinggalah sisa-sisa cinta yang berharap…


Berharap kemakmuran  tapi tak ada lagi tempat bercocok tanam…..


Berharap kedamaian tapi tak mampu menahan emosi….


Banyak dan masih banyak lagi kita berharap….


Mari kita lihat kejadian,situasi dan lain-lain pada saat ini dengan apa telah di isyaratkan sejak dulu oleh Rosul kita yang tentu jawaban apa yang kini terjadi….


 


15 hal yg menghancurkan


 


Jika ummatku telah melanggar 15 perbuatan,maka tibalah kehancuran atas mereka,yaitu:


(1)   Jika tempat pengembala telah dijadikan sebagai Negara/tempat pemerintahan.


(2)   Jika barang titipan telah dijadikan sebagai barang rampasan.


(3)   Zakat dijadikan sebagai barang jaminan.


(4)   Orang lelaki patuh kepada istrinya.


(5)   Durhaka kepada bundanya.


(6)   Berlaku baik dengan kawan-kawannya.


(7)   Benci dengan ayahnya.


(8)   Masjid selalu gaduh,ramai


(9)   Yang menjadi pemimpin masyarakat termasuk orang yang tercela.


(10) Sebagian orang dihormati karena dikhawatirkan kejahatannya.


(11) Minum minuman khamer telah biasa.


(12) Banyak pria yang berpakaian sutera


(13) Banyak biduanita mendapat pesanan dan alat alat musik banyak dijual belikan.


(14) Umat di Zaman akhir banyak mencela ummat/generasi sebelumnya.pada waktu itu tunggulah.


(15) Rihul-Ahmar/udara yang membawa panas terik matahari,atau kegelapan atau perubahan iklim yang luar biasa.(Attirmidzi:220)


 


………………


Ov Syihab


------------------


 


 


 


 


P E P T A H







P E P A T AH


 


Pepatah yang mungkin masih patah-patah


 


-          Berangkat  tapi jangan beranjak


 


-          Melangkah tapi jangan pergi


 


-          Berlari tapi jangan bergerak


 


-          Menari tapi bersikap tegap


 


-          Menampakan tapi tanpa wujud


 


-          Berubah tapi tetap utuh


 


Semoga bermanfaat....


 


 


 


-------------


Ov syihab


…………..


 


 


N a s i







N  A  S  I   


 


Sejak kecil aku mengenal mu….juga ibuku…dan semuanya….


 


Dikau memang idolaku….


 


Seakan lunglay jika sehari tak bertemu….


 


Aku tak mampu untuk berpaling darimu….


 


Dikau seakan menjadi pemicu dan pemacu….


 


Seakan hanya mencari sesuap butiran putihmu….


 


Oo… Maafkan aku….


 


Jika aku hanya tau sari dan putihmu…


 


Jika aku  tak tau dimana engkau tumbuh


 


Jika aku tak faham berapa lama engkau berjuang….


 


Jika aku tak peduli saat hama menyakiti…


 


Saat pupuk kau nanti….saat kemarau berkepanjang…..


 


 


……………….


Ov Syihab


-------------------


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


K e m a t i a n y a n g s e j e n a k







Kematian Yang Sejenak


 


 


Hidup di dunia amatlah singkat


 


Lebih singkat lagi kematian


 


Jika kita mati sebelum kiamat


 


Kematian kita terkadang tergantung


 


Tergantung orang yang hidup


 


Jika kita mati ashar dikubur maghrib


 


Maka kematian hanya beberapa jam


 


Kita akan hidup lagi….


 


Maka kematian hanya  s e j e n a k


 


 


 


 


…………….


Ov Syihab


----------------


 


Menangis

Menangis tandanya bersedih…….bisa juga terharu…….juga bisa bahagia…….bisa pula membahagiakan dengan tangisan……..


Membahagiakan diri sendiri dengan tangisan……….sekalipun tangisan itu tak berair mata…….tapi sejaatinya itu menangis………


Menangis meratapi nasib….??   Oo…bukan…..


Menangis dikala menerima cobaan…??  Oo …bukan….


Tangisan itu hanyalah ketika kita menangisi takut akan siksa yang amat keras….siksa yang tak kunjung padam……siksa yang tak mungkin di dustakan……….


Na’udzubillah…………


 Ov syihab

Flamboyan Berserakan







Flamboyan Berguguran


 


………….. dikau mampu menyilaukan pandangan ku…………. Saat kuberlalu seakan engkau masih ku pandang……….saat ku jauh seakan engkau dekat……..saat ku tertidur seakan dikau terbawa mimpi…….dikaulah bungaku plamboyan………


 


Saat ku kembali tuk memandangmu lagi….aku malah bersujud…..aku menangis…….hinggaku bertanya…….apa yang tlah terjadi siapa yang menyakitimu…….siapa yang meluluh lantakan ini semua…..hingga tak setangkaipun tersisa……


 


Itulah  gambaran jika kita terlena,tersanjung,terpesona dengan sesuatu yang fana yang tidak abadi….tidak kekal juga…..hingga terbayang-bayang dan terbawa mimpi


 


Padahal bunga flamboyant itu kadang musim semi kadang musim gugur


 


 


………………..


OV Syihab


--------------------


 


Seniman Samar Samar







Seniman Samar-Samar


 


 


Aku seorang seniman……….itu kataku…………kata diriku…………….karena aku banyak berkarya…………..dan karyaku hampir tak terhingga…………hingga tak terhitung………….


 


Tak terhitung bukan selalu banyak…………….bisa juga tidak ada……….…karena tak bisa di hitung berarti nihil……………nihil alias tak berkarya…………..


 


Aku takut berkarya………..takutku karena sedih…………..sedihku dengan menangis………..


 


Bagaimana ku tak menangis…………..mengukir di atas airpun kini tak jernih lagi……….mengukir di atas batupun tak mudah lagi………..sejak  batu telah menjadi gedung…………


 


Gedung yang menjulang…….yang berlomba-lomba…….tak terhidari dan akan begitu memang…sebab isyarat tlah ada…ada sejak dulu……….


 


Sejak di isyaratkan Rosul……….berlomba-lomba membangun gedung bukan membangun iman………itulah akhir jaman……….na’udzubillah…..


 


Karena itu pula  ku takut……………tapi tetap ku mengukir………mengukir dengan pahat……..pahat yang samar……..samar yang tak tampak……..


 


Pahatku  adalah lamunan……..karyaku hanyalah gambaran………gambaran ketika membayangkan…….membayangkan yang di isyaratkan ……….


 


Semogalah karyaku ini juga karyamu………juga karya semua umat………umat yang bersaksi tiada tuhan Selain Allah dan Muhammad Rosulnya……..


 


 



  1. Membayangkan ketika Bumi di goncangkan dengan goncangan yang dahsyat……..


 



  1. Membayangkan ketika melangkah di jembatan yang amat kecil seperti rambut di belah tujuh dan tajamnya lebih dari pedang di asah seribu tahun…….


 



  1. Membayangkan siksa teringan neraka ketika telapak kaki menyentuh panasnya neraka maka mendidihlah ubun-ubun….bagaimana dengan siksa yg terberat…….


 



  1. Membayangkan matahari yang jumlahnya lebih dari satu dan jaraknya sangat dekat…..


 



  1. Dan lain-lain…..


 


Semoga samar-samar sejatinya tidaklah samar dan selalu terpelihara,sebab itu kelak akan terjadi dan kita wajib percaya karena sebagai salah satu rukun iman kita kepada Allah…..


 


Marilah kita mengukir didalam keyakinan sebab kita dan semuanya itu tidaklah lain karya yang Maha karya yaitu Allah sang pencipta.


 


Dan marilah kita belajar mengukir ancamanNya agar menjadi filter kita dalam melangkah dan berbuat sesuatu.


 


……………………..


(OV ….Syihab )


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


L...a...l...a...i







L-A-L-A-I


 


Lalai adalah satu kata populer dalam dakwah…dan biasanya berdampingan dengan Shalat….lalai shalatnya,melalaikan shalat,telah lalai shalatmu…dll-dll


 


Pastilah juga bahasannya seputar pelaksanaan shalat pada umumnya,misalnya tanggung lagi nonton TV,lagi ada tamu,lagi masak,lagi kerja,dll-dll,maka disebut lalai.


 


Tapi apakah ada lalai yang lain…??


 


Apakah lalai hanya seputar itu…??


 


Apa ada lalai tanpa kita sadari..??


 


Itulah ana yang awam lagi punya bingung…dan haus dengan jawaban…


 


Apakah melaksanakan shalat tanpa ilmunya bisa di anggap lalai…? Sedangkan ladang-ladang ilmu begitu banyak…hanya enggan menggalinya.


 


Apakah shalat yang diwajibkan terhadap kita sejak mulai baligh yang tertinggal bila belum di qadha,menjadikan kita lalai…?


 


Ampuni ya Allah….tunjukan jalan yang lurus…


 


 


….


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


MENYIKAPI FACEBOOK







FACEBOOK HARAMKAH…?


 


Fatwa dikeluarkan ulama tentulah ada dasarnya…memvonis haram tentulah ada suatu keterkaitan dengan akibat yang ditimbulkannya…facebook diharamkan janganlah terburu-buru menentangnya…sebaiknya tanyakanlah kepada yang memfatwakan haram…..bukanlah membuat fatwa tandingan..atau celoteh perlawanan.


 


Yang mengeluarkan fatwa haram adalah ulama….tapi ada juga ulama masih belum mengharamkannya…keduanya sama-sama memiliki dasar dan perumpamaan ditambah perbandingan…tapi sama-sama untuk umat yang lebih banyak..agar memiliki patokan dan proteksi dini terhadap sesuatu yang berkembang pesat dalam kehidupan sehari-hari.


 


Bagaimana kita menyikapi hal ini…ada dua fatwa yang berbeda sedangkan hal yang diharamkan ada di sekeliling kita…


 


Sebaiknya kita ambil resiko terberat….mana yang paling beresiko…mari kita coba perlahan-lahan dengan meninggalkannya………………..


 


 


 


Ikhlaskah...?? Riyakah...?







Ikhlaskah..? Riyakah..?


 


Ada om-om sedang naik speda motor…dibelakang om-om ada juga yang naik speda motor tapi kake-kake…….sama-sama bak konvoi di jalan kecil….yang om-om pake peci layaknya ustadz…yang kake-kake pake juga Cuma plus kacamata dan sarung…


 


Ditengah jalan ada ibu-ibu...selain pake kerudung juga pake payung…kan panas…setiap ada kendaraan lewat slalu disapanya….sangatlah santun ucapannya seraya mengharapkan sesuatu dari pengemudi yang lewat….


 


“ Assalamu’alaikum….sodaqahnya pak..bu…untuk pembangunan mesjid di kampung kami….silahkan di lemparkan saja ke petugas kami….jajakallah… terima kasih Selamat jalan selamat sampai tujuan…”


 


Si om-om dan kake-kake menghentikan speda motornya  karena akan memberikan sadaqah kepada petugas di pinggir jalan tadi…


 


Si om-om memberikan uang nya dengan dilipat kecil-kecil dan menaruhnya secara sembunyi-sembunyi hingga tak terlihat berapa jumlah uang yang di sadaqahkan…sepertinya agar tidak menjadi riya….


Sikake-kake memberikan uang juga hanya…uangnya 100 ribuan 2 lembar dan ditatapnya dekat-dekat sepertinya rada pamer merasa nyumbang banyak…..


 


Bagaimana bila kita menilai diantara kedua orang tersebut dalam mengeluarkan sadaqah….sedangkan sebaiknya bila tangan kanan memberi tangan kiri tak perlu tau….itulah ikhlas di uji..ridho ditantang..riya menghadang….selintas tampaklah mana yang memberikan sadaqah dengan ikhlas dan mana yang riya….tapi…hati tak bisa mungkir…keduanya memiliki niat sadaqah yang tentu dirinyalah yang tau….


 


Si om-om bersadaqah sengaja  sembunyi-sembunyi seperti memberi dengan hati ikhlas…tapi bagaimana bila dalam hatinya terniatkan agar terlihat seolah-olah ikhlas saat memberikan sadaqahnya oleh orang lain padahal riya bersamanya….


 


Si kake-kake yang memamerkan uangnya serta menatapnya berulang-ulang seolah-olah riya…agar terlihat sadaqahnya banyak…tapi bagaimana pula bila si kake dalam hatinya sangatlah ikhlas…karena memang kondisi matanya yang kurang sehat…makanya uang diperlihatkan dan ditatapnya bukan untuk riya……tapi…takut tertukar dengan kertas disakunya…karena banyak nota bekas belanja dikantongnya….


 


Itulah gambaran ikhlas….ikhlas ridho dalam hati yang sebenarnya…….semoga kita menjadi yang ikhlas dalam sadaqah….amin


 


 


 


 








HTW……Harta Tahta Wanita…….! ! !


 


Katanya tuh…paling banyak diburu orang tiga serangkai yang serasi itu…tapi paling banyak memburu orang juga tuh harta tahta wanita teh….wah………ga memburu diburu nih kita…..


 


Katanya sih…kalo kita dikendalikan tuh sama tiga seangkai…hancurlah kita……..


Tapi kalau kita yang mengendalikan maka bahagialah kita……….


 


Punya harta banyak selalu di dapatkan dan dikeluarkan di jalan Allah…(selamet)


Punya kedudukan atas amanah dan menjalankan amanahnya di jalan Allah…(selamet)


Punya wanita dan bisa menjadikannya cahaya dunia alias wanita solehah juga tentu…(selamet)



Sekedar Renungan







Untuk kita Renungankan


 


Kenapa sesama kita saling menyalahkan dalam urusan ibadah,baik yang wajib,sunah,ataupun dalam kehidupan sosial sehari-hari………..?,saling menyalahkan,saling ejek, saling mengkafirkan satu sama lain bahkan kelompok satu terhadap kelompok lain.Semuanya mengklaim yang benar,yang sohih,yang paling faham,yang terdahulu,yang modern dll.


 


Bukankah kita sesama  muslim semuanya   bersaudara..? tentu iya….jawabnya…


Bukankah Al qur’an dan hadits kita jungjung bersama…? Tentu iya…jawabnya…


 


Kalau memang kita masih sama-sama muslim dan sama-sama pula mewarisi Al Qur’an dan hadits yang tidak kita ragukan lagi kebenarannya,mengapa perselisihan di antara sesama muslim selalu ada…bukankah jadi tontonan menarik untuk yang berusaha memecah umat Islam yang kita yakini ini.


 


Ibarat kata kita akan sama-sama dari Bandung menuju Jakarta, misalkan Jakarta sebagai sama-sama tujuan kita (surga) dengan perjalanan ridho Allah.


Si A menggunakan bis,si B menggunakan pesawat,si C menggunakan kereta api dan si D menggunakan mobil pribadi.


Kenapa baik si A,si B,si C,ataupun si D saling merasa paling baik,paling benar,paling lurus,dan lain sebagainya,selalu mencela sesama lainnya yang tanpa di sadari semua itu sama-sama dalam perjalanan,secara umum tentulah ada kekurangan kelebihan masing-masing.


 


Adakah diantara semua itu intropeksi pada masing-masing kekurangan ..? itulah yang jarang dilakukan…karena lebih suka mencari kekurangan orang lain ketimbang introfeksi ke dalam diri sendiri.


 


 Bersambung……..


Cobaan Menuntut Ilmu Bag 1








Sambungan dari : Awam yes… Awam yes… Awam yes…


 


Sekalipun Allah telah memberikan hidayah dan membukakan pintu hatinya ke jalan yang mendapat ridhoNya terhadap seseorang,namun tidaklah seseorang itu terbebas dari cobaan dan godaan yang akan mengujinya.dan sadarkah seseorang bahwa di berikan ujian semata-mata Allah menyayanginya.


Cobaan dan godaan pun mengiringi ma’mun dalam proses belajar menuntut ilmu agama yang semakin dicintainya.


 


Setiap orang yang di anggap bisa memberikan pencerahan slalu ma’mun kunjungi baik sahabat,saudara,tetangga ataupun para alim ia kunjungi dalam kesehariannya,selain fahru yang biasa ia minta pencerahannya.


Dalam setiap mendapatkan pencerahan selalu ma’mun konsultasikan dengan fahru agar lebih faham apa yang telah ia dapatkan dalam menuntut ilmu agama dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.


 


Sepulang dari shalat jum’at ma’mun kaget di rumahnya ada tamu yang tak lain saudara iparnya adik dari istri ma’mun yang sengaja dating khusus untuk mengundang acara tahlil di rumahnya dan ma’mun pun senang sekali karena baginya sekalian menuntut ilmu dan dalam hatinya berkata “ wah pasti ada ustadznya nih..sekalian nanya-nanya,belajar ah.. Alhamdulillah”.


 


Sehari menjelang acara tahlil di rumah saudaranya….ma’mun terkaget-kaget bagai petir di siang hari…karena saat ikut ta’djiah/pengajian di rumah tetangganya membahas tahlil sang ustadz dalam pengajian itu mengatakan tahlil bid’ah dan bid’ah adalah sesat…?? akhirnya ma’mun bingung…kan tahlil biasa..terus gimana dengan besok undangan tahlil…


 


Akhirnya ma’mun tetap datang memenuhi undangan keluarga istrinya untuk acara tahlilan..namun setelah acara selesai ma’mun langsung menanyakan seputar tahlil kepada ustadz yang memimpin tahlil….


Adapun jawaban dari ustadz tahlil bid’ah hasanah bid’ah yang baik….


 


 


Ma’mun semakin bingung…karena sama-sama ustadz mengatakan berbeda dalam masalah yang sama…


Sepulangnya dari tahlil ma’mun mampir ke rumah fahru dan mengkonsutasikannya masalah bid’ah adalah sesat dan bid’ah khasanah atau bid’ah yang baik.Dua pendapat berbeda disikapi fahru dengan dingin..karena fahru merasa belum begitu faham tentang hal itu dan mengatakan “ mun ana kan Cuma beda sedikit sama ente..besok saja kita tanyakan ke ustadz ma’sum lagi seperti masalah yang kemarin..” ma’mun pun setuju dan keesokan harinya ma’mun dan fahru kembali bersilaturahmi ke sang ustadz ma’sum yang tak lain sahabat kecil mereka berdua sewaktu di sekolah dasar.


 


Bersambung………………


Awam Yes...Awam Yes...Awam Yes








AWAM YES..AWAM YES..AWAM YES..


 


Sambungan dari : Apakah  awam masih dimaklumi di abad ini?


 


 


Sepanjang perjalanan sepulang dari rumah ustadz ma’sum fahru dan ma’mun hanya berjalan sambil merunduk tidak seperti biasanya canda ringan slalu melengkapi keakrabannya,mungkin masih sedikit memikirkan pencerahan yang baru saja di dapat dari sahabat kecil mereka yang tak lain sang ustadz.


Mungkin ya…. mungkin juga tidak…tiba-tiba di tengah jembatan gantung yang menghubngkan desa mereka dengan ustadz bergoyang keras…dan fahru mengucapkan istigfar berulang ulang….


 


Fahru    “ Astagfirullaah.. Astagfirullaah.. Astagfirullaah.. Astagfirullaah..”


Ma’mun  “ Awam yes… Awam yes… Awam yes…”


 


Astagfirullah..ternyata bergoyangnya jembatan gantung dan istigfarnya fahru tidaklah lain karena ma’mun teriak-teriak seraya mengucapkan “awam yes” berulang-ulang sambil mengepalkan tangan ke atas seperti kita mengucapkan yel-yel “merdeka” di tambah sesekali ma’mun meloncat-loncat kecil…ternyata ma’mun baru sadar (ngeh) sudah merasa sebutir lebih berat setetes bermanfaat selangkah lebih maju karena sudah tidak bingung lagi atau murung tentang awam (tidak mengkerut lagi) Sesampinya di tepi jembatan fahru membentak ma’mun…


 


Fahru   “ Mun…kamu gila apa..? tuh lihat di bawah jembatan ibu-ibu yang lagi        


              Pada nyuci ngetawain kita semua mun…


Ma’mun  “ Duh..iya ru…abis dari tadi di rumah ustad ana masih belum maksud


               dengan ucapan ustadz…nah pas di tengah jembatan ana baru faham”


Fahru    “ oooh..pantesan sepanjang jalan ente diem aja mun….ana fikir knapa”


 


Fahru dan ma’mun berpisah di persimpangan menuju rumahnya masing-masing


Setibanya di rumah ma’mun sampai lupa mengucapkan salam terhadap sang istri,dan rahma sang istripun mengucap istigfar….dan dalam hatinya bertanya-tanya ada apa dengan suamiku tidak seperti biasanya begitu...


 


Rahma   “ Suamiku…istigfar…istigfar…ada apa dengan kunci itu…….???


 


Ma’mun mengambil kunci speda motor di sakunya dan di acungkan di hadapan istrinya seraya mengucapkan “kunci istriku.. kunci istriku.. kunci istriku…….kunciiii….”


Lalu tak lama kemudian ma’mun duduk dan menarik nafas dalam-dalam dan mengucapkan Alhamdulillaah…..


 


Ma’mun  “ Alhamdulillah…istriku…


Rahma   Ada apa suamiku …? Apa yang terjadi dengan kunci itu hingga terlu


               pa dengan mengucapkan salam seperti biasanya..?


 


Ma’mun baru sadar lagi…(ngeh) setelah di jembatan faham dengan masalah awam sesampainya di rumah ma’mun faham juga dengan kunci pembasmi keebodohan dan awam yaitu “ belajar” mulai dari situlah ma’mun yang tadinya biasa-biasa  saja menjadi lebih agresif dari fahru yang sedikit lebih faham tentang urusan agama,dan mulailah ma’mun setiap sore ba’da ashar menunggu fahru.karena rutinitas fahru memberi makan ikan di kolamnya yang tak jauh dari rumah ma’mun.dan rahma sang istrinyapun merasa lebih bahagia dalam rumah tangganya dan merasakan hidup lebih hidup lagi.


Mulai lah ma’mun belajar menuntut ilmu agama.


 


Jadilah kamu orang yang mengajar atau belajar atau pendengar atau pecinta (simpatisan),dan jangan menjadi orang yang kelima maka kamu akan hancur.(HR.Baihaqy)


 


Penulis hanyalah menggambarkan begitu besar dan manfaatnya ilmu walaupun hanya sedikit. “ sampaikanlah walaupun hanya satu ayat “karena amal perbuatan yang di cintai Allah adalah kekalnya,walaupun hanya sedikit.


Dan kisah di atas dan sebelumya hanyalah ungkapan betapa indahnya ilmu Allah yang tiada tara…janganlah mematahkan ucapan seseorang sekalipun orang tersebut berbuat salah dihadapan kita..kalau fahru menentang ucapan atau celetukan”ana mah awam aja” sewaktu di dalam angkot mungkin ma’mun belum mau belajar agama…


Hanya dengan mencerna,membahas,mengkonsultasikan kepada ahlinya akhirnya menambah ilmu untuk fahru dan membuka hati untuk ma’mun.


 


Tentang ma’mun menuntut ilmu agama yang penuh dengan kontroversi dan godaan akan segera di posting…maklum penulis hanyalah pemain amatiran dan otodidak masih mencari inspirasi uraian.


 


Semoga bermanfaat..penulis yang juga belajar mohon maaf apabila ada kesalahan dalam penulisan dan dengan senang hati apabila dikomentari dengan maksud meluruskan apabila ada kekeliruan.


Dan mohon maaf apabila ada kesamaan tokoh dan kejadian hanyalah kebetulan saja karena tulisan ini hanyalah hasil dari sy_ihab amatiran tea..


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


                                                      


 


 


 


 


 


 


 


Untuk Sahabatku







Golongan dalam islam


 


Sahabatku…tahukah tentang golongan dalam islam itu ada 73 golongan…dan hanya satu golongan saja yang akan di akui kelak di hari akhir ?


Dan golongan manakah yang satu itu…?


Begitu banyak golongan yang mengklaim bahwa hanya golongannya lah yang akan diterima ibadahnya oleh Allah Swt.


Bagaimana dengan kita..? dan apa parameter dan standar minimalnya untuk menentukan golongan yang satu itu…?


Semoga kita ada dalam golongan yang di ridhoi Allah dan kebersamaan kita pun semoga menjadi golongan yang mendapatkan safa’at dari Rosul kita Muhammad saw di hari pembalasan.


 


 


Wudlu


 


Sahabatku…terkadang saat ini orang-orang lebih enjoy membahas bahkan memperdebatkan urusan ibadahnya orang lain,baik dari pemahaman,penafsiran ataupun dalam prilaku kesehariannya.


Dan seolah-olah sudah bisa berwudlu dengan syarat dan rukunnya,kadang tidak sedikit pula yang kurang tertarik membahasnya.


Bukankah gugur atau batal pada wudlunya maka gugur pula shalatnya…?


Gugur shalatnya bukankah gugur pula semua amal baiknya…?


Pastilah kita semua tidak akan bahagia dengan amal yang serba berguguran.


Mulailah dengan wudlunya…