Syihab Al Bogori Jika ingin tau tentang saya,jangan hanya melihat penampilannya saja yang tidak meyakinkan,tapi lihatlah ilmunya,tapi kelihatannya ilmunya juga tidak meyakinkan...maka saya hanya bisa sedikit share,tapi semoga sedikit tapi manfaat dan utamanya kekal,sebab Allah suka kekalnya meskipun sedikit dalam amal baik...apalagi kalau banyak dan kekal...ok...:)
Sebagai umat islam kita sering dihadapkan dengan perbedaan dalam hal tatacara beribadah,baik ibadah fardhu ataupun ibadah-ibadah sunah,hal ini akan terus terjadi dan tak bisa kita hindari,namun yang terbaik adalah bagaimana kita menyikapi hal ini dengan bijak dan tidak menonjolkan ego masing-masing kelompok baik secara organisasi maupun individu yang berkepentingan dengan umat secara langsung sebab umat kebanyakan (awam) akan dibuat bingung dan penuh dengan tanya dan pertanyaannyapun bervariasi,dari mulai yang wajar atau biasa-biasa saja hingga yang membuat tercengang bahkan merugikan umat itu sendiri. misalnya :
1. Ikut pendapat yang mana ya ?
2. Yang bener yang mana sih ?
3. Beda sih gak apa-apa tapi kok pada saling mengecam ?
4. Mengapa 1 Syawal berbeda sih ?
Disinilah kelemahan para pemimpin umat yang tidak menjadi teladan untuk umat kebanyakan ( awam ),seharusnya berilah penjelasan yang menyentuh dan meredam timbulnya pertanyaan umat yang awam hingga mampu mendidik untuk menyikapi perbedaan dengan senyuman.
Sebuah hadits :
Berpuasalah kalian karena melihatnya (hilal)dan berbuka(tidak berpuasa)karena melihatnya pula.dan jika awan(mendung)menutupi kalian,maka sempurnakanlah hitungan bulan sya’ban menjadi tiga puluh hari ( Bukhari Muslim)
dalam hadits diatas sebagai rujukan cara menentukan mulai atau berakhirnya bulan ramadhan yang tentunya berawalnya bulan syawal dengan metode ru’yah ( ru’yatul hilal) melihat hilal, ada pula yang menggunakan metode hisab ( perhitungan) keduanya bisa digunakan sebagai rujukan tata cara mengetahui dan menentukan datang dan berahirnya bulan ramadhan.
Secara sederhana sebenarnya sudah bisa kita ambil kalimat “”maka sempurnakanlah hitungan bulan sya’ban menjadi tiga puluh hari”" ini sudah sangatlah jelas untuk menghilangkan keraguan dalam melihat hilal tentu kita bisa ambil yang pasti untuk menggenapkan 30 hari.
Dalam hal ini yang paling utama adalah penjelasan para pemimpin baik yang menggunakan metoda ru’yat ataupun hisab sebaiknya menjelaskan dengan saling menghargai pendapat yang lain guna mendidik umat yang awam bisa memilih dengan senyuman.
mengapa terjadi pertanyaan dari kalangan umat..? tentunya kurangnya penjelasan secara legewo para pemimpin dan enggan mengungkapkan kalimat penyejuk.padahal umat hanya cukup dengan kalimat yang menyejukan dengan saling menghargai pendapat pemimpin umat yang lain dan tidak memberikan sikap arogan yang akan membuat semakin bingung umat.berilah contoh yang baik buat umat sebab perbedaan seperti ini tentu akan selalu terjadi baik dalam hal ini ataupun ibadah yang lainnya.
#### Owwh...tentunya memanfaatkan dalam gelap untuk penerang...Dan mengamalkan untuk menerangi yang masih gelap....
**** Owwh...itumah semua orang juga faham....
#### Baiklah...bagaimana kalau yang tidak mengamalkan namun mengamankan juga memanfaatkan...?
Misal : seseorang sebagai ahli dalam suatu bidang karena keilmuannya yang menjadikan dia seorang ahli,namun ahli juga dalam menutup rapat ilmunya tetapi bagi dia sangat bermanfaatuntuk mata pencaharian,sebab pola fikirnya “” jika orang lain tau tatacara dan lain sebagainya bisa-bisa punya saingan dan omzet menurun “”.
Walau hidup itu memang persaingan dan kompetisi baik berlomba-lomba dalam kebaikan atau berlomba-lomba menumpuk amal baik untuk bekal kelak di akhirat,namun hal seperti ini terkadang sering kita jumpai dalam kehidupan disekitar kita.
#### Mana **** ?
#### Loh kok diajak diskusi malah pergi....ya sudahlah... baru nulis sedikit gak apa2...sedikit asal manfaat kale...sebab Allah suka dengan amalan bukan banyaknya tapi kekalnya meskipun sedikit...
Tapi mengapa syukur selalu kita sandingkan saat-saat kita mendapat kebahagiaan..?
misalkan kita sedang mendapatkan rejeki,karier,dll maka populerlah syukur itu.
Namunjika sebaliknya kita mendapatkan kesulitan,musibah dan lain-lain...apakah kita masih bersahabat dengan syukur..???
adakah diantara kita berkata dalam hati..""Alhamdulillah aku sakit,Alhamdulillah kendaraanku mogok,Alhamdulillah aku ditipu orang itung-itung menghapus dosa masa lalu...???
owhhh...tentu ada..hanya mungkin jarang.....:)
Kita akui ...dalam kondisi seperti itu kita hanya berkata sial,malang,sebel,musibah dll.....
Karena taqdir rahasia Allah...bisakah kita berlogika...?
Bisakah kita tawadhu dan tawakal..??
atau dan lain-lain----dan lain-lain....:)
Sebuah contoh kecil yang mungkin kerap terjadi sehari-hari dalam kehidupan kita.....
""jika kita akan berangkat bekerja ..ditengah jalan kendaraan kita mogok""
Belajarlah kita bersyukur dengan logika dengan kita berucap :
"" Alhamdulillah....ya Allah...kendaraanku mogok,padahal biasanya bagus...mungkin jika tidak mogok...500/1km lagi aku menabrak orang atau ditabrak dan mungkin terjatuh....trimakasih Ya Allah""
Semoga Ramadhan kita tahun ini diberikan hidayah dengan memperbanyak rasa syukur....dengan kecerdasan....kecerdasan yang tidak melampaui aqidahnya....amin....
Jika kita ditanya tentang tips untuk sukses pasti kita jawab langsung…
1.Rajin,ulet,tekun,kretif,kerja keras dll.
2.Pengalaman,kemampuan,pendidikan,dll
3.Keberuntungan,nasib,tingkah laku,pdkt,dll
Jangan kaget terkadang kita melihat seseorang yang biasa-biasa saja,tidak diperhitungkan dll,namun kita anggap sebagai seseorang yang sukses atau berhasil baik dalam kehidupan duniawi (materi)ataupun dalam hal lainnya,mungkin kita langsung menilai seseorang sangat beruntung atau mendapat keberuntungan.
Namun jika kita jeli dalam memandang dengan menarik kebelakang mungkin ada sedikit yang bisa kita ambil hikmahnya untuk kita saat ini dan masa depan anak cucu kita.
Sebab kita jarang dan bahkan sulit untuk mempelajarinya,sebagai contoh kecil misalnya :
1.Mungkin kedua orang tuanya selalu mendo’akan agar anaknya menjadi soleh dan sukses.
2.Mungkin kakek/neneknya juga selalu berdo’a agar anak cucunya diberikan kesuksesan dan menjadi anak yang soleh.
3.Mungkin baik orang tua,kakek/nenek dll banyak beramal soleh dan terbalas kebaikannya terhadap anak ataupun cucunya….
4.Mungkin masih banyak lagi,Wallahu alam
Sekilas hanya sekedar coretan….mungkin lebih jelasnya ada dalam bab do’a yang berhubungan dengan arsy…
Semoga anak cucu kita dijadikan anak yang soleh/solehah…amin
Sungguh menjadi suatu strategi yang tepat untuk promosi suatu produk agar mampu bersaing dengan kompetitor yang sudah ada ataupun untuk mengenalkan produk yang baru.kemasan di desain sebagus mungkin,seindah mungkin bahkan semenarik mungkin untuk mampu menarik perhatian.
Bagaimana jika kemasan dalam hal bentuk golongan kaum muslimin seperti yang di isyaratkan sejak dulu yaitu 73 golongan dalam islam akan tetapi hanya satu yang akan selamat.itulah adanya dan tak bisa kita pungkiri lagi.apalagi kondisi yang membuat semakin sulit untuk menentukan kemana kita harus mencari yang termasuk golongan yang akan selamat.
Jika kita pasrah misalnya Wallahu alam atau terserah Allah saja….benar dan amatlah tentu itu yang sebaiknya kita lakukan dalam kepasrahan kita terhadap Allah,hanya … bukankah sebagian dari Wahyu yang diturunkan juga mengamanatkan agar kita untuk berfikir….??
Jelas memang segala sesuatunya kita hanyaberpedoman Al Qur’an dan Hadits…namun sadarkah kita jika semua golongan yang 73 itupun sama berpegang teguh pada Al Qur’an dan hadits juga kan…..bahkan akhir-akhir ini cenderung makin semarak dan menampakan kecerdasannya dalam memahami tentang urusan aqidahnya…dan mungkin kecerdasan yang menggulung akidahnya itu sendiri.
Akan datang di akhir jaman nanti suatu golongan yang masih muda usianya,rendah akal fikirannya,pandai mengutarakan hadis-hadis Nabi.tetapi mereka mudah keluar dari islam,bagaikan kecepatan anak panah keluar dari busurnya.keimanan mereka tidak melampaui kerongkongannya.karena itu bunuhlah mereka,dimana saja kamu bertemu.barang siapa yang membunuh mereka,akan memperoleh pahala di hari kiamat nanti.(HR.Bukhari)
Jika kita membaca hadits di atas dan semua golongan yang 73 itu menggunakan dalil ini….apa yang akan terjadi diantara kita umpama berbeda faham dan pandangan tanpa disikapi dengan akal fikir yg cerdas…sedangkan semua golonganpun akan memasang atau menggunakan kemasan yang sangat meyakinkan…..mungkin yang terbaik aqidah yang kuat sebelum cerdas berfikir…kuat tiang dan pondasi sebelum memasang genteng,membahas ancamannya ketimbang memperdebatkan yang tidak perlu,jangan mudah terjebak dengan kemasan saja,ukuwah jangan hanya dibibir saja,dan ukuwahmari kita hilangkan saling benci,sesama muslim kita punya hak dan kewajiban sesamanya….
Meminum air hanya dari satu sumur dan menolak air dari sumur lain mungkin ada baiknya ,namun juga ada buruknya,sebab jika air dari sumur yang lain lebih steril dan lebih baik tetap ditolak dan tidak menerimanya bahkan menganggap air selain sumurnya bukanlah air yang baik…..maka apa yang terjadi jika air sumurnya ternyata sedang masalah..??
Air sejatinya hanya berasal dari satu sang pencipta yaitu Allah yang benar-benar Tuhan semesta alam,maka air sumur pada dasarnya saling menyatu hanya berbeda dalam penggalian,lokasi dan mungkin kadar pada bd air masing-masing sumur.
Kita kadang terlalu fanatic dengan sumur kita sendiri dengan tidak menganggap baik kualitas air sumur milik orang lain,misalnya kita menganggap air sumur orang lain jelek,tidak steril,dll.
Padahal kita sendiri tidak tau bagaimana cara menggalinya,dimana digalinya dan lain-lain,padahal pada dasarnya tetap sama sumbernya yaitu air tanah juga.
Begitulah memang air sebagai sang ibarat….
-Maka belajarlah jangan hanya pada satu buku dan menuntutlah ilmu dengan tidak hanya satu guru agar mudah memahami dengan wawasan dan lebih banyak yang menuntun juga tentunya menjadikan banyak silaturahim
-Sikapilah perbedaan pemahaman untuk kita jadikan sebagai media untuk koreksi terhadaap diri kita dengan doktrin tetap pada”” islam adalah Rahmatan lil ‘alamin””
-
“”Dan Tiadalah Kami mengutus kamu,(Muhammad) melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.(QS Alanbiyaa 107)
Terkadang kita tak sadari mengapa banyak hal yang menjadi perselisihan justru bukan karena perbedaan,akan tetapi karena persamaan.
Menyikapi persamaan terkadang harus membutuhkan tingkat kedewasaan dan rendah hati yang tinggi agar mendapatkan sesuatu yang hasilnya justru saling memandang dan mengagumi,yang mampu menumbuhkan kasih sayang.
Saling mengagumi dalam kelebihan sesuatu ataupun seseorang akan dapat menjadikan pembelajaran yang lebih dewasa,menikmati kehidupan baik dalam karya maupun dalam masalah ibadah.
Persamaan seharusnya dijadikan dasar kekuatan bukan sebagai rival yang layaknya perlombaan terbuka seperti dalam kehidupan sehari-hari mengejar hal-hal yang sifatnya duniawi.akan tetapi masih ada yang harus kita kejar berlomba-lomba mendekat diri terhadap Allah Swt dimana kita akan kembali dan tentunya pasti.
Mengapa persamaan sering menjadikan awal dari perbedaan…? Dan berujung pada perselisihan..? itulah perbedaan yang nyata bahwa kita memang berbeda dan beragam sekalipun dalam sesama dan dalam kebersamaan.
Contoh kecil dalam masah ibadah,perbedaan sering terjadi dalam masalah pemahaman,sejarah,tafsir,fiqih dll.
Justru karena kita sama sama Islam,sama sama umat Nabi muhamad,karena kita sama maka sering terjadi dalam beberapa hal ada perselisihan faham,pendapat bahkan hingga menjadikan permusuhan.
Bahkan yang di perselisihkan juga terkadang hal-hal yang tidak membuat seseorang menjadikan kafir atau keluar dari keislamannya.
Banyak yang mengkafirkan seseorang…,banyak yang saling membenci…,dll.
Mengapa ini terjadi..??
Mungkin sebenarnya sama-sama tidak faham atau tidak mengerti…..Wallahu alam..
Pemimpin yang di idam-idamkan makmum amatlah mulia…..sebab imam harapan adalah imam yang menjadikan rukun baik sesama makmum ataupun sesama imam itu sendiri.
Imam ( pemimpin ) jelas akan lebih besar tanggung jawabnya baik untuk dirinya ataupun untuk makmum yang di imaminya,dan imam yang paling baik adalah imam yang bisa membuat makmum merasa benar-benar di imami.
Model – model imam
-Imam panjang
Imam panjang berarti imam yang bisa menjadikan / mendidik makmumnya hingga menjadi imam,maka panjang artinya berkelanjutan dan mewarisi keimamannya hingga melahirkan imam-imam selanjutnya
-Imam sedang
Imam sedang berarti imam yang membawakan dan menyampaikan kepada makmumnya secara sedang-sedang saja, baik dalam masalah tausyah ataupun menyampaikan kebaikan – kebaikan kepada makmumnya.
-Imam pendek
Imam pendek berarti imam yang membawakan sesuatu dengan cara cukup singkat namun padat,juga memperpendek jarak antara imam itu sendiri dengan makmumnya agar lebih akrab hingga membuat makmum tak sungkan-sungkan lagi bertanya jika menerima sesuatu yang belum difahaminya.
Itulah sekilas tentang imam masa kini sebab imam yang sesungguhnya bagi umat islam adalah Rosul kita nabi Muhammad Saw….yang kini memimpin kita semua untuk menyembah Allah hingga akhir jaman.
Berbaik hati berarti berbaik sangka juga……..berbaik sangka juga biasanya dimiliki orang baik-baik……orang baik-baik biasanya selalu baik hati………..
Baik hatinya seyogyanya segala fikiran dan tindakannya mengasilkan kebaikan………kebaikanlah yang seharusnya kita tebarkan
Prasangka baik dan harapan jadi baik…….tapi ini Cuma andai-andai………
-Andai kita melihat orang membawa minuman keras……semoga prasangka kita orang itu hanya membawa dan akan membuangnya ke tempat sampah……
-Andai kita bertemu orang di jalan dan mengedipkan matanya terhadap kita…….semoga prasangka kita seseorang itu sedang kelilipan
Kebaikan akan mendapat pahala berlipat
-Jika kita beramal baik dan berbuat lebih baik maka akan mendapat yang utama……..misalnya shalat 5 waktu sendiri………lebih baik berjama’ah dan lebih utama
-Jika memberi sesuatu baik infaq,sadaqah,dll itu amal baik kita…….hanya lebih utama tentu jika di berikan kepada yang lebih membutuhkannya
-
Kebaikan yang nampak dari perbuatan baik seseorang sudah cukup dan terasa baik
Jika sudah terasa baik tentulah seseorang yang berbuatnya sudah mendapat kebaikan
Adapun pahala itu sesungguhnya dari niat yang ada dalam hatisebab riya dan ikhlas penentu
Sangatlah bahagia seorang muslim jika menyaksikan begitu gencarnya ukwah islamiyah dimanapun kita berada……
Sangatlah prihatin juga seorang muslim jika mendengar perpecahan sesama muslim dimanpun berada……
Bahagialah aku bahagia juga kamu…………kebahagiaanku juga milikmu………sakitku juga skitmu…..sedihku juga kesedihanmu…….jika aku,kamu,anda,kita semua muslimlah sesama………..
Dalam kebahagiaanku terlintaslah keprihatinan yang mendalam……dan sangatlah memprihatinkan diantara kebahagiaanku …………
Mengapa saudaraku selalu memperlebar perbedaan pendapat dalam hal syariat ibadah………..
Apakah tidak lebih baik memberantas maksiat bersama-sama yang jelas-jelas pemicu segala azab dan bencana……………..
Dan mengapa kita tidak melakukan operasi bersama para fakir miskin yang sangat membutuhkan uluran tangan kita………
Tertarik memang………..suka iya………hobi juga…………tapi bukan pemain………….dan profesi juga bukan……….
Tapi………diam rasanya lebih nyaman………..ketimbang ikutan debat-debatan……….apalagi urusan hukum……….ampuuuuun
Jika memang sebagian isi gelasnya minyak……………….memang susah………….sekalipun di kasih air…………..pastilah sulit ……..tetap saja beda………….memang beda…………
Astagfirullah………….ampuni Ya Allah…………..setau dan seyakin hamba terkadang hamba ingin memberikan sedikit yang hamba ketahui ……………
Tapi …………jika akan di tentang sekalipun itu kebenaran…………kadang menutup pintu mengamalkan ilmu……………
Terkadang hamba menangis melihat pemahaman yang sangat jauh dari faham………..apa mungkin hamba yang tidak mengerti………………….
Mungkin hamba yang masih bodoh………….sekalipun hamba bangga bodoh dihadapanMu
Tapi hamba hanya yakin dengan apa yang telah di isyaratkan Rosul hamba ……………….Muhammad saw…………inilah penyebab Rihul-Ahmar (udara yang sangat panas/perubahan iklim yang luar biasa )
Mimpi adalah mimpi……..jika mimpi yang indah bungalah si tidur…………..jika mimpi buruk rantinglah si tidur………..Jika belum bermimpi pastilah masih bangun………
Mimpi itu katanya ibarat tersinari dengan lampu…………namun jika bukan mimpi berarti tersinari mentari diwaktu terik……….
Disaat ku ingin melepasmu…………. Aku selalu memimpikanmu……………….. sedang disaat bersama mimpi itu pergi dan menjauh…….
Kenapa begitu…?..........ya memang begitu …………sebab mimpi bukan pesanan juga bukan
Keinginan menjelang tidur……..
Namanya juga mimpi X
Tapi……….jika kitaingat dengan perintah Allah ketika Nabi Ibrahim as di perintah untuk menyembelih putranya……….melalui mimpi………
Mungkin iya……………aah masa sih…………oo……..iya juga ya……………..
Yang bener ah………….kata siapa…………ga bakalan…………….ngaco ah………….aneh kamu…………ngawur tuh…………eh iya juga ya…………………….
Ternyata iya juga ya…………..iya………..iya………….bener lho
Ingatkah kita dulu dengan banyak pribahasa yang menjadikan sesuatu itu mustahil terjadi..??? dan di anggap tak mungkin terjadi……..
“ Mana ada ular berkepala dua “
“ Mana ada manusia berkepala kambing “
“ Dll-Dll”
Tapi…..sekarang jika kita melihat kenyataan yang terjadi baik dari media atau lainnya………malah terjadi bahkan lebih dari itu………
Isyaratkah…..? peringatankah…….? Dll,dll
Yang jelas setiap kejadian yang menunjukan atau bukti kebesaran Allah terkadang kita tidak terhentak untuk meningkatkan Iman dan Ketaqwaan…..di anggap biasa-biasa saja……..
Ampuni kami Ya Allah……Kami meyakini Kunfayakun…………
Aku Pergi kadang jauh dan sulit di undang….tapi bukan juga si jelangkung….sekali berkelana kadang tak beralamat…setiap berpijak selalu meninggalkan jejak…walaupun berjejaknya bak mengukir di atas air…
Terbangku menyusuri pulau….hinggapku hanya menutup dahaga…dan aku terbang lagi dan terus terbang…
Tiap ku hinggap hanya satu warna yang tampak…sekalipun buluku penuh warna yang indah…
Aku bersyukur masih bisa terbang….aku berteman angin….aku hanya membawa sisa biji-bijian di mulut dari buah yang ku makan…
Terkadang tumbuh pepohonan dari biji yang ku bawa………di tempat yang pernah ku singgahi…
Tumbuhlah engkau pohon…jika engkau bermanfaat…. aku berdo’a semoga hujan menyiramimu…cacing menggemburkan tanah di akarmu…lekaslah berbuah
Jika batang…daun…bunga…buahmu tidak enak dimakan…jadilah engkau pohon yang rindang agar tetap engkau bermanfaat untuk berteduh…
Jika untuk berteduhpun engkau tak nyaman…jadilah engkau pohon untuk menahan erosi…dan penyeimbang alam….
Tapi…jika keberadaanmu tak berarti bahkan menghalangi pohon yang banyak manfaatnya menjadikan tidak subur…aku akan berdo’a juga….
Semoga engkau ditebang penduduk sekitar dan dijadikan kayu bakar…agar engkau tetap memiliki manfaat….
Jika aku selalu mendo’akanmu pohon……………….…do’akanlah juga aku yang kerap terbang…semoga singgahku selalu di tempat yang suka dengan kicau ku….
Sekalipun warnaku banyak…tapi suara kicauku punya khas…yang mudah dikenali sekalipun ku berkicau hanya sekejap…..
Karena kicauku kaku….kuno….norak….pokoknya kampungan abiz.......ga ada merdu-merdunya…jika yang lain suiiiitt-suiiiit……aku kadang suoooot-suooot….
Atau…jika yang lain wiiekk—wiew……kadang aku…wiki-wiki…..bahkan woko-woko….boro-boro merdu…aneh malah iya…itulah ciri khas aku….
Sambil duduk manis ikutan diskusi tentang urusan agama…katanya sih bisa juga tanya jawab…kan lumayan minimalnya jadi pendengar juga kan dapet pahala juga…apalagi kalo ada yang kita masih ragu dan awam…alias ga ngerti bisa langsung di tanyakan saat itu juga….kan kita bisa bawa pulang oleh-oleh ilmu tuk bekal ibadah…katanya sih ibadah itu harus juga dengan ilmunya…
Saat hangat-hangatnya pencerahan dan saling memberikan tausyah ada salah satu hadirin nanyayang agak dalem…aliasnya sedikit sulit untuk di diskusikan…padahal tuh yang nanya amat serius…saking pengin taunya…eeh…malah tuh pada di hujat pertanyaannya hingga si penanya tuh frustasi dan malah seolah membuat forum ga lagi adem aliasnya panas……
Karena jadi panas berarti sudah bukan pencerahan yang cerah lagi…malah jadi buram….yang nanya jadi kecewa dan merasa dipatahkan dan yang memberi pencerahan marah-marah karena ketidakmampuannya mengendalikan nafsu…jadilah sama-sama buram
Menjalankan ibadah harus dengan ilmunya….yang awam haruslah belajar,yang memiliki ilmu lebih banyak haruslah belajar memberi pencerahan dengan kasih sayang…agar yang menimba mendapatkan air dan mata air dalam sumurnya diberkahi Allah hingga kekal mengalir….
Dirasa rasa ga kerasa juga…di ingat-ingat juga ga lupa…di bayangin langsung juga kebayang, tapi di tengok ga keliatan…di sentuh ga kena juga, kita mau ke sana lagi ga ada satupun jalan yang bisa di tempuh….alias tertutup sudah…itulah masa lalu…masa yang sudah berlalu…semua kita memiliki itu,kita dewasa karena ada masa kanak-kanak…tapi jika kita sedikit renungkan…apa yang sudah kita dapatkan dari masa lalu,apa yang sudah kita tanam,apa yang sudah kita tabungkan,apa dan apa……
Kalau belum pada punya tabungan yuk kita nabung bareng buat akhirat…kalau pada udah punya jangan pada di ambil tabungannya tar abis deh…..
Kalau belum buka rekening…ayo dong…Cuma tinggal photo copy ktp doing kok sama isi formulir…
Sungguh terkejut ketika menyaksikan sekelompok orang yang gagah berani…Astagfirullah…inikah seperti yang di isyaratkan…
Ketika masing-masing orang mampu menafsirkan ayat-ayat Qur’an dengan akalnya sendiri dan seakan di buat agar sesuai dengan kehendaknya…seolah bisa berkomunikasi dengan Allah….Astagfirullah…
Yang dianggap benar yang sesuai dengan keinginannya…seolah ayat itu agar sedikit menyesuaikan dengan dirinya…bukankah kita yang sesungguhnya menyesuaikan atau menurutinya…??
Masya Allah...inilah sesungguhnya bencana dan bencana yang teramat besar…karena bencana ini akan membawa bencana yang sesungguhnya kelak di hari pembalasan,yaitu siksa yang tak kunjung padam.
Terkadang diri ini merasa amatlah bodoh…dan memang adanya begitu…terkadang yang aku takutkan malah datang silih berganti…
Jika kita memang masih bodoh semoga diberikan sedikit cerdas dalam hal ini, yang mampu menangkis dan menutup kesesatan yang nyata.
Ibnu Abbas berkata:Rosulullah saw bersabda: Tiga hal yang mengancam keabadian agama,ialah:Orang-orang pandai ilmu fiqih yang berdusta.pemimpin yang menganiaya,dan mujtahid(orang-orang yang menggali hukum)yang bodoh.(Addailami)
Sekalipun mampu hidup lebih mewah berikut dengan gaya hidup dan seleranya…akan tetapi lebih suka dengan kesederhanaan....
Misalnya nih…ini juga kira-kira doang:
Mampu beli baju serba dari LN…tapi malah memilih yang penting bebas dari najis dan mampu menutup aurat.
Mampu makan yang serba wah…eh malah memilih yang penting tidak menzolimi perut agar bisa ibadah lebih nyaman dan berkesinambungan.
Mampu bikin rumah sekelas apartment mewah…eh malah bikin rumah asal ga bocor dan yang penting penghuninya bisa menjadi sebagai ruh rumahnya yang di ridhoi Allah…
Belajar mengajar sederhana
Belajar yang sederhana bukanlah suatu metoda yang kuno ataupun gaptek…akan tetapi tergantung keranjang nya…umpama kita pergi ke pasar…
Apakah muat tuh keranjangnya tuk belanja banyak…kalo muat apakah kuat tuh keranjangnya tuk bawa belanjaan banyak…jangan malah tar jebol deh di jalan…belanjaannya tar malah berantakan…he he…
Jadi menurut ana yang kurang banyak tau…kayaknya kalo belajar dapet sedikit tapi manfaat mungkin lebih baik karena banyak gak manfaat kan juga percuma…seinget ana juga Allah lebih suka dengan amalan baik yang kekal meskipun itu sedikit.
Mengajar dengan sederhana pun bukan berarti kurang wawasan atau ilmunya yang cetek…tapi tergantung kemampuan memberikan pencerahan yang mudah dimengerti walaupun dengan penjelasan dan contoh-contoh yang sederhana…apalagi bisa memberikan penjelasan tentang sesuatu hingga memberikan contohnya,duplikatnya,foto copynya,gambarnya,sejarahnya,asal-usulnya,qiyasnya,ijma’nya,haditsnya,ayatnya..dll….
Jadi menurut ana yang masih belajar…kayaknya kalo di ajarin yang berhubungan dengan keadaan dan yang sering di temukan dalam kehidupan sehari-hari lebih berguna juga kayaknya jadi bisa langsung di praktekan…he he
Perintahkanlah (olehmu) akan kebaikan meskipun kamu belum mengerjakan kebaikan itu,dan cegahlah olehmu daripada munkar meskipun kamu belum meninggalkan seluruhnya.(HR.Thabrani)
Dua memang dua…siapa bilang tiga…itu normalnya lho….…biasanya…lazimnya…rata-rata…umumya…dll-dll…
Mata dua…telinga dua…tangan dua…kaki dua…he he…kira-kira begitulah dua teh……
Karena itulah kita terkadang sulit melepaskan dari bibit-bibit mendua….
Kadang saling mendukung kadang saling bertentangan kita memang manusia…
Ada cinta ada sayang…ada baik ada santun…ada pisah ada saling kangen…ada ember ada gayung….he he …sepaket saling mendukung….
Ada malaikat ada setan…ada surga ada neraka…ada nyata ada gaib…ada cinta ada benci…ada setia ada hianat…ada percaya ada munafik…ada berani ada takut…dll-dll…..
Ada om-om sedang naik speda motor…dibelakang om-om ada juga yang naik speda motor tapi kake-kake…….sama-sama bak konvoi di jalan kecil….yang om-om pake peci layaknya ustadz…yang kake-kake pake juga Cuma plus kacamata dan sarung…
Ditengah jalan ada ibu-ibu...selain pake kerudung juga pake payung…kan panas…setiap ada kendaraan lewat slalu disapanya….sangatlah santun ucapannya seraya mengharapkan sesuatu dari pengemudi yang lewat….
“ Assalamu’alaikum….sodaqahnya pak..bu…untuk pembangunan mesjid di kampung kami….silahkan di lemparkan saja ke petugas kami….jajakallah… terima kasih Selamat jalan selamat sampai tujuan…”
Si om-om dan kake-kake menghentikan speda motornyakarena akan memberikan sadaqah kepada petugas di pinggir jalan tadi…
Si om-om memberikan uang nya dengan dilipat kecil-kecil dan menaruhnya secara sembunyi-sembunyi hingga tak terlihat berapa jumlah uang yang di sadaqahkan…sepertinya agar tidak menjadi riya….
Sikake-kake memberikan uang juga hanya…uangnya 100 ribuan 2 lembar dan ditatapnya dekat-dekat sepertinya rada pamer merasa nyumbang banyak…..
Bagaimana bila kita menilai diantara kedua orang tersebut dalam mengeluarkan sadaqah….sedangkan sebaiknya bila tangan kanan memberi tangan kiri tak perlu tau….itulah ikhlas di uji..ridho ditantang..riya menghadang….selintas tampaklah mana yang memberikan sadaqah dengan ikhlas dan mana yang riya….tapi…hati tak bisa mungkir…keduanya memiliki niat sadaqah yang tentu dirinyalah yang tau….
Si om-om bersadaqah sengajasembunyi-sembunyi seperti memberi dengan hati ikhlas…tapi bagaimana bila dalam hatinya terniatkan agar terlihat seolah-olah ikhlas saat memberikan sadaqahnya oleh orang lain padahal riya bersamanya….
Si kake-kake yang memamerkan uangnya serta menatapnya berulang-ulang seolah-olah riya…agar terlihat sadaqahnya banyak…tapi bagaimana pula bila si kake dalam hatinya sangatlah ikhlas…karena memang kondisi matanya yang kurang sehat…makanya uang diperlihatkan dan ditatapnya bukan untuk riya……tapi…takut tertukar dengan kertas disakunya…karena banyak nota bekas belanja dikantongnya….
Itulah gambaran ikhlas….ikhlas ridho dalam hati yang sebenarnya…….semoga kita menjadi yang ikhlas dalam sadaqah….amin
HTW……Harta Tahta Wanita…….! ! !
Katanya tuh…paling banyak diburu orang tiga serangkai yang serasi itu…tapi paling banyak memburu orang juga tuh harta tahta wanita teh….wah………ga memburu diburu nih kita…..
Katanya sih…kalo kita dikendalikan tuh sama tiga seangkai…hancurlah kita……..
Tapi kalau kita yang mengendalikan maka bahagialah kita……….
Punya harta banyak selalu di dapatkan dan dikeluarkan di jalan Allah…(selamet)
Punya kedudukan atas amanah dan menjalankan amanahnya di jalan Allah…(selamet)
Punya wanita dan bisa menjadikannya cahaya dunia alias wanita solehah juga tentu…(selamet)
Ada apa ya…kan serabut baru kulitnya aja sedangkan tempurung lumayan lebih dalam dari serabut…apalagi gula……sudah mateng dan dengan proses yang cukup lama mengolahnya..??
Ooh..iya ya…mungkin ibarat ilmu dan ibadah kita dalam tingkatannya..baik dalam pemahamannya ataupun pelaksanaannya.
Ibadah yang baik tentu ibadah dengan ilmunya…ibadah tanpa ilmu……???
Belum Punya Pondasi
Si pulan mau bangun rumah….eeeh…ko malah belinya genteng,cat,sama kaca..weleh-weleh…di tanya tentang bahan pondasi sama temennya..malah ga mikirin..katanya yang penting yang keliatan wah dulu….pondasi asal bikin aja..ga pake sement juga ga apa-apa……..wah…parah tuh si pulan..eror……….
Mungkinkah si pulan layaknya seperti gambaran generasi kita masa kini dalam hal ilmu agama…? Wallahualam…
Masya Allah…kalah sama paha ayam
Wanita karier nieh gue…keren kan…? He he di lihat dari sisi mane aje…ga ada matinye..nih…sexi abiez….apalagi gaji gue…hmmm laki gue ga ada apa-apanya…apalagi tetangga sebelah gue…Cuma ibu rumah tangga…masak….ohh no..no..no..nyuci….hiih….apalagi ngepel…pegel gue…………
Mudah-mudahan di negri tercinta ini ga ada begitu modelnya…masih sopan paha ayam yang bulunya masih menutup kulit pahanya….kan aurat ya……………
Awam dan faham lagi gak nyambung….urusannya brabe deh…yang awam gak kebagian pahala menuntut ilmu..yang faham gak kebagian pahala mengamalkan ilmu….rugi deh…
Orang Pe de abiz…
Nieh..ane dah banyak baca kitab ame buku….dah keren deh…mahal-mahal lagi…enteng deh sekarang dah jadi ustadz nieh…lumayan menaikan harga jual gaul nih…ustadz ….he he…temen ane dari kecil ngaji melulu kerjaannya..tapi masih kalah keren ame ane nieh…intelek punye..ga mudah gagap…he he…coba aja lihat tuh…pada cium tangan pula sama ana…he he kebanggaan tersendiri…..
Walah-walah…predikat kok dicari yach…kasian buanget yach…aduuh...coba deh tar kalo ketemu ane mau cium tangan deh….Cuma yang ane fikirin kalo ane cium tangan sama tuh orang lalu tuh orang cium tangan ama siapa yach….buku kale…..dan kalo buku salah tulis ama salah cetak…??? Beli yang edisi revisi apa yach….