Apakah awam masih dimaklumi di abad ini ?


APAKAH AWAM MASIH DIMAKLUMI ?

 

Guyonan adalah pemanis keakraban dua sahabat ma’mun dan fahru..persahabatan keduanya sudah terbangun sejak masih kecil,namun keduanya sangat serius bila membicarakan urusan agama apalagi bila menemukan sesuatu yang belum di fahaminya,pastilah mereka berdua menanyakan / curhat ke ustadz ma’sum yang tak lain kakak kelasnya mereka berdua waktu duduk di sekolah dasar yang dikenal orang alim dalam kesehariannya.

Pada sore hari menjelang magrib fahru dan ma’mun ngobrol di gubug kolam milik fahru yang tak jauh dari tempat tinggal mereka berdua.

 

Ma’mun     “ Fahru..ko ga biasanya ana perhatikan dari tadi ente diem aja ru……………….                                                 

Fahru         “ Iya..iya mun ..ana bingung….”

Ma’mun     “ Kenapa ru….ada masalah di rumah…? “

Fahru         “ Bukan masalah lagi mun…ana lagi bingung….masalah besar…..”

Ma’mun     “ Lho…berat kenapa ru…apa masalahnya sangat mengancam..? “

Fahru         “ Sudahlah mun..kita pulang aja dulu udah mau waktu magrib nih…kalau ma

                      salahnya sih ana ga nerti mungkin bissa mengancam..mungkin juga tidak…

                      nanti aja ba’da isya ana ke rumah ente deh…”

Ma’mun     “ Ya udah kalau begitu ana tunggu di rumah nanti ba’da isya..”

 

Keduanya pulang ke rumah masing-masing dengan wajah murung...(mengkerut)

Dalam hatinya yg penuh tanya…setelah isya berlalu..fahru bergegas ke rumah ma’mun dan ma’mun pun sudah sangat menantikannya.

 

Fahru       “ Assalamu’alaikum…..”

Ma’mun   “ Wa’alaikum salaam…silahkan masuk ru….duduk ru…”

Fahru       “ Mun yang ana mau ceritain tadi tuh gara-gara ana ke pasar “

Ma’mun   “ Lhoo..ada apa dengan pasar ru… “

Fahru       “ Bukan pasarnya mun..tapi sepulang dari pasar ana naik angkot dan penum

                    Pangnya penuh dengan ibu-ibu yang cerita masalah kebodohan lalu ada sa

                    Lah satu ibu-ibu nyeletuk mudah-mudahan kita tidak termasuk orang-            

                    orang bodoh..kita mah awam aja..”

Ma’mun    “ ooh…iya ru….”

 

Dalam ooh nya ma’mun…sebenarnya ma’mun bingung…karena ma’mun tau kalau fahru lebih pinter tentang masalah agama.

 

Fahru     “ Mun..bukankah itu masalah yang sangat besar…?? Yang nyata-nyata kebo

                  dohan itu kan musuh kita bersama..tapi…yang bikin ana bingung justru ma

                  salah awam mun….”

Ma’mun   “ lalu…”

Fahru       “ Kebodohan itu ana ga ambil pusing mun…karena banyak sekali orang pinter

                    -pinter tapi keblinger…ada juga pinter tapi sesat dan menyesatkan..itukan

                    sama saja dengan bodoh…..tapi awam…?tetap ana masih bingung…..mun..”

Ma’mun    “ oooh….pantesan ente bilang masalah besar ru…kan ente lebih faham dari

                     ana dalam masalah agama…ana ga bisa komentar ru…malah ana ga ngerti.”

Fahru        “ Nah itu dia mun…maksud ana seperti biasa…kita silaturahmi ke ustadz ma’

                     sum kita minta pencerahannya…gimana mun….”

Ma’mun    “ iya-iya bener ru…sudah lama juga kita engga ke sana…”

 

Ma’mun dan Fahru lalu merencanakan untuk bersilaturahmi ke sobat lamanya yang dikenal sebagai ustadz ma’sum yg ramah dan selalu memberikan pencerahannya dalam bentuk kiyas / sindiran .

Dan tiba pada hari yang direncanakan ma’mun dan fahru tiba di rumah ustadz ma’sum yang tak jauh hanya terhalang beberapa desa dari rumah ma’mun dan fahru.

 

Assalaamu’alaikum……….”ma’mun dan fahru mengucapkan salam di depan pagar rumah ustadz ma’sum”

 

Ustadz “ Wa’alaikum salaam warahmatullah wr.wb…”

 

Setelah di sambut ustadz dan beramah tamah saling menanyakan kabar di ruang tamu sang ustadz ma’mun nyeletuk…..

 

Ma’mun   “ pak Ustad sebenarnya ana dan fahru ke sini mau minta pencerahan pak us

                    tadz masalah kebodohan dan masalah awam pak ustadz….”

Fahru       “ Iya..ustadz….gimana tuh…”

Ustadz     “ Alhamdulillah….sobat…semoga kita tidak ada di dalamnya…”

 

Lalu ustadz mengeluarkan hadits ….(yang artinya)

Allah tidak akan menarik kembali ilmu pengetahuan dengan jalan mencabutnya dari hati sanubari manusia,tetapi dengan jalan mematikan para ulama’(orang2 yang pandai ilmu pengetahuan agamanya).dan apabila para ulama’ telah tidak ada,maka masyarakat akan mengangkat orang-orang bodoh menjadi pemimpin.hingga kalau orang-orang bodoh bertanya,mereka menjawab dengan memberikan fatwanya tanpa ilmu pengetahuan,mereka sesat dan menyesatkan.(Bukhari Muslim)

 

Fahru   “ Iya ustadz…bener…dan sepertinya di jaman sekarang memang sulit untuk

                mengukurnya…tapi bagaimana dengan masalah awam ustadz..????

 

Ustadz terdiam sejenak dan berbalik mengajukan pertanyaan kepada ma’mun dan fahru…

 

Ustadz   “ Sahabatku..Apakah masih ada di jaman sekarang orang yang awam tentang

                  Urusan agamanya…? sedangkan orang tersebut jelas-jelas beragama..?”

Fahru     “ baik ustadz..kan masih banyak yang mengaku awam ustadz…”

Ustadz   “ Mengaku awam..apa nyaman dengan predikat awam…?

                  Kalau memang bisa pergi jalan-jalan ke mall, rekreasi,dll hampir di setiap

                  Minggunya banyak waktu luang, kenapa untuk urusan yang bakal dipertang

                   jawabkan kelak di hadapan Allah tidak mau belajar..?

Ma’mun  “ Ustadz…ana bingung ustadz…maksudnya gimana…?

Fahru      “ Iya ustadz…gimana maksudnya …?

 

Sahabatku…maksudnya kalau mampu untuk urusan duniawi…kenapa tidak juga untuk urusan akhiratnya…sedangkan itu lebih dekat,lebih murah dan mudah pula di jangkau.

 

Fahru dan ma’mun masih sedikit bingung…dalam hatinya bertanya-tanya apa maksud ustadz lebih dekat,murah,dan mudah dijangkau.

Dan ustadz ma’sum pun menjelaskan dengan sindirannya yang menjadi cirri khas dari sang ustadz.

Maksudnya kunci dari gerbang tebal awam itu Belajar..baik dengan rutin mengikuti pengajian,ataupun bersilaturahmi kepada orang-orang yang di anggap lebih alim baik tetangga,sahabat,ustadz,terlebih-lebih ulama untuk diminta pencerahannya.

Dan yakinlah tidak jauh dari tempat kita tinggal,tidak bayar mahal dan mungkin bisa di jangkau hanya dengan berjalan kaki.

Coba bandingkan bila kita akan pergi ke mall,rekreasi dll mungkin lebih mahal…..

 

Fahru dan ma’mun sudah mulai faham apa yang di jelaskan sang ustadz..ternyata belajarlah kunci pembuka dari awam.

Dan sang ustadz kembali mengeluarkan hadits…(yang artinya)

Dunia itu dilaknati dan dilaknati apa-apa yang ada di dalamnya’kecuali dzikir kepada Allah beserta apa apa yang mengikuti-nya’orang alim dan orang belajar(HR.Tarmdzi)

 

“Barang siapa yang di kehendaki oleh Allah menjadi baik,maka Allah mwmberikan kecerdasan pemehaman yang sebaik-baiknya dalam bidang agama” (HR.Bukhari)

 

Fahru dan ma’mun makin faham dengan pencerahan dari sang ustadz ternyata hanya

belajar yang bisa mebunuh kebodohan dan awam,dan ustadz memberikan pesan kepada kedua sahabat kecilnya.

Sahabatku….belajarlah menuntut ilmu agama siapapun tak terkecuali ustadz karena apapun ibadahnya..itu ada ilmunya..baik meliputi syarat ataupun rukunnya.

Tapi memang masih banyak juga saudara kita yang memang benar-benar awam awam yang mungkin bisa di maklumi keadaannya..

 

Fahru dan ma’mun pun akhirnya sedikit puas dengan pencerahan sahabat kecilnya sang ustadz ma’sum

Dan sekarang Fahru dan ma’mun sudah tidak lagi takut dan bingung dengan bodoh dan awam..karena keduanya bertekad akan mulai lagi menuntut ilmu agama karena dalam benak keduanya ustadz aja masih belajar…..bagaimana dengan kita…..

Sambil pamit kepada sang ustadz fahru dan ma’mun berbisik kepada sang ustadz “Ustadz…mulai sekarang kami akan mulai belajar..dan jangan merasa risih kalau dalam waktu dekat akan bersilaturahmi lagi..”

Ustad berkata “ Alhamdulillah…” sambil tersenyum menis dan menyampaikan salam kepada keluarga di rumah semoga selalu ada dalam lindungan Allah Swt..Amiin..”

 

Selanjutnya…kisah Fahru dan ma’mun belajar / menuntut ilmu yg penuh dengan liku-liku dan cobaan akan segera di posting..

 

Semoga bermanfaat..penulis yang juga belajar mohon maaf apabila ada kesalahan dalam penulisan dan dengan   senang hati apabila dikomentari dengan maksud meluruskan apabila ada kekeliruan.

Dan mohon maaf apabila ada kesamaan tokoh dan kejadian hanyalah kebetulan saja karena tulisan ini hanyalah hasil dari sy_ihab penulis amatiran.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Posted in Drama. 2 Comment »


Hai Dunia

Ini adalah postingan pertamaku saat bergabung bersama CyberMQ Blog.Kedepan InsyaAllah saya akan coba terus menulis di blog tercinta saya ini tentang sesuatu yang bermanfaat bagi dunia. Semoga tulisan awal ini menjadi langkah penting dalam memulai kreasi saya didunia maya khususnya di blog saya ini. Kunjungi kembali blog saya beberapa waktu kedepan untuk melihat tulisan saya.
Posted in Drama. 0 Comment »